Adestikomalasari’s Weblog

October 29, 2008

Filed under: Uncategorized — adestikomalasari @ 11:48 am

Mmmmm…. Sekarang dirimu pergi, aku tidak mencari.. Saat dirimu menghilang, aku tidak perduli.. Saat dirimu datang, aku terdiam.. Saat dirimu berlalu……Ada air mata.. yang jatuh… Ada hati yang sakit.. Ada kaki yang tak kuat berdiri.. Ada tangan yang gemetar… Tapi hanya sebentar…

Karena aku tahu akan ada yang datang lagi…

Entah kapan…

Mungkin sebentar lagi…

September 22, 2008

MEMBELI SENYUMAN

Filed under: Uncategorized — adestikomalasari @ 9:56 am

Suatu ketika ada seorang wanita separuh baya menghampiriku.

“Hai, nak, apakah kamu ada waktu sebentar?”

“Ada apa ibu?”

“Duduklah di sini sebentar dekat ibu.” Kuturuti kemauannya untuk duduk di samping ibu itu.
Kerutan di wajahnya sudah mulai tampak jelas, tetapi ibu ini masih memiliki sisa kecantikan yang terpancar kuat lewat senyuman.

“Apa yang bisa saya bantu, bu?”

“Nak, maukah kamu membeli sesuatu yang ibu jual? Sudah seharian ibu berjalan dan bertanya kepada semua orang yang ibu jumpai, tetapi tidak satupun dari mereka yang ingin membelinya.”

“Maaf, ibu, memang apa yang ibu jual?”

“Ibu menjual senyuman, nak..”

“Menjual senyum?” Dalam hatiku, pantas saja tidak ada orang yang berniat membelinya. Ibu ini pasti sudah kurang waras. Menjual senyuman? Bagaimana caranya?

“Apakah anak mau membelinya?”

“Mmmm…apakah ibu tidak salah? Senyum siapa yang ibu jual?” aku tanggapi saja ibu sekalian. Mungkin nanti akan kudapatkan cerita yang menarik dari percakapan ini.

“Senyuman ini sangat istimewa. Senyuman yang sederhana, bersahaja, cerdas, dan sangat menawan.” Aku hanya menatap ibu itu yang matanya tidak berhenti berbinar-binar. Ibu ini sangat semangat sekali menawarkan senyuman yang Ia jual kepadaku. “Dan bukan itu saja, anak akan mendapat rejeki dari senyum ini. Tetapi jangan berharap anak akan cepat kaya. Senyuman ini akan menemani anak dengan penuh kesederhanaan, dan pada saat waktunya tiba, Ia akan pergi..Apakah anak berminat?”

Aku sebenarnya tidak begitu menerti akan ucapan ibu ini. Yang membuatku berminat membelinya adalah rasa iba kepada sang ibu yang sudah seharian  berjalan jauh untuk menjual senyuman. Memang agak tidak masuk akal, tetapi akhirnya kubeli juga senyuman itu. Aku menganggukan kepala tanda setuju. Ibu itu terlihat sangat senang sekali dan mengeluarkan senyuman yang dijanjikan dari keranjangnya.

“Wah, senyuman yang indah, bu..”

“Kau tidak akan pernah menyesal membelinya, nak. Rawatlah dia baik-baik.” Ibu itu tersenyum lalu meninggalkanku dengan senyuman itu pergi.
Setiap hari kupandangi senyuman itu, yang kian lama semakin memberikan kehangatannya. Senyuman ini semakin indah saja untuk dilihat dan diperhatikan.

Kuraba senyuman itu dengan ujung jariku, senyumnya semakin lebar dan semakin indah.
Benar saja, rejeki untukku berdatangan. Bukan berupa kekayaan materi semata, tetapi juga berupa kasih sayang dan perhatian dari orang-orang sekitarku. Tidak saja itu, senyuman itu memberikan aku semangat yang dapat mewarnai hari-hariku. Hatiku bergetar setiap kali melihat senyuman itu tersenyum padaku. Aku semakin ingin merawatnya lebih lama.
Tiba-tiba senyuman itu menyapaku di suatu pagi.

“Mbak, terima kasih atas kasih yang kau berikan kepadaku, yang membuatku semakin indah dari ke hari..”

“Kenapa, senyuman? Apakah kau akan mengucapkan selamat tinggal? Apakah sekaranglah waktunya kau pergi?”

“Iya, dan aku sangat sangat berterima kasih padamu. Akan ketulusan hati yang selalu mengagumkan dan membuatku tersenyum lebih lebar setiap harinya. Terima kasih, mbak. Selamat tinggal..”
Aku memandang senyuman itu pergi. Hatiku terasa sedikit sakit, tetapi aku tahu senyuman itu tidak akan pernah melupakan aku..

Hei, aku cuma mau bilang, TERIMA KASIH BANYAK.

September 21, 2008

MANEATER

Filed under: Uncategorized — adestikomalasari @ 2:23 am

Sibuk! Sibuk! Sibuk! Sama sekali tidak ada waktu untuk bersenang-senang! Sebal! Sebal! Sebal! Kenapa pekerjaan tidak pernah menghentikan keegoisannya untuk terus merantai dan mengekangku? Kenapa sih pekerjaan ini posesif sekali padaku, sehingga tidak memperbolehkanku berpaling untuk memberti perhatian pada yang lain? Who the hell are you?? Neraka siapa kamu?? Waduw…

Banyak yang bilang bahwa manusia ada di urutan lantai makanan yang paling tinggi. Mmm…Buku Biologiku jaman SD juga mengatakan hal yang sama, tuh. Manusia = makhluk hidup pemakan segala. Dari yang paling enak, sampai yang paling menjijikanpun akan dimakan. Lihat saja serial TV reality show terlaris beberapa tahun yang lalu: FEAR FACTOR.

Tetapi ternyata ada hal yang bisa memakan dan menghabiskan manusia perlahan-lahan. Pekerjaan, waktu, dan uang..Mereka hanya benda mati, bahkan ada yang tak terlihat, tetapi ya itu tadi, memakan manusia perlahan-lahan, sampai mati..

Aku sebenarnya tak mau mati di tangan mereka. Sayang, aku sudah terlanjur lahir di dunia dan langsung menikah dengan waktu, lalu menikah lagi dengan uang, lalu menikah lagi dengan pekerjaan. Tidak bisa tidak. Tidak bisa tidak.

September 11, 2008

Untuk Dedek Paul, from tante Ades..With love

Filed under: Uncategorized — adestikomalasari @ 3:02 am

Hai dedek, apa kabar surga?

Andaikan tante Ades bisa melihatmu, sekarang dedek umurnya 3 bulan. Tapi sayang ya… Dedek dah ‘pulang’ lebih dulu ke rumah. Lebih cepat dari tante Ades.. Tapi mungkin tante masih bisa cerita sedikit soal dedek. Sedikit sekali..
Mama Linda itu sahabat tante dari awal masuk kuliah. Jadi tante selalu mengikuti semua cerita mama. Yah, walaupun nggak semuanya mama cerita ke tante, tapi tante tahu, mama banyak sekali berjuang untuk bisa bertahan hidup. Mama Linda itu orang yang hebat loh, dek..Semangat hidupnya tinggi. Walaupun banyak sekali mendapat ujian dari Bapa, tapi mama tidak takut melangkah ke depan. Tante kagum sekali sama mama..dan sayang banget sama mama Linda. Mama dan tante dulu saling menguatkan, begitu juga dengan tante Tyas dan tante Arin. Kita berempat dulu akrab sekali. Semua hal dari yang tugas kuliah, kerja kelompok, ke gereja, belanja, makan siang, ke WC, pindah-pindah kos, nonton film, tugas mengajar, curhat, nangis, ketawa, kami lakukan bersama (kecuali pacaran ya, dek..) Mama Linda, tante Ades, tante Tyas, dan tante Arin sempet punya ide untuk buat lembaga kursus bahasa Inggris bersama. Wah, tante jadi flashback memory nih..
Keadaan berubah setelah Mama Linda menikah dengan Papa Nanang. Mama dan Papa sedang membangun Rumah Tangga baru dan (tentu saja) mama jadi agak jauh dari tante Ades, tante Arin dan tante Tyas. Apalagi setelah tante Tyas hijrah ke Jakarta dan tante Ades melanjutkan kuliah lagi. Wah, kami sudah jarang bertemu, apalagi bercerita. Sedih memang, tapi tante senang, karena mama Linda dan papa Nanang segera merencanakan kehadiran dedek. Itu berarti tante Ades akan punya keponakan.
Waktu dedek ada di rahim mama selama 6 bulan, tante Ades dan tante Arin sempat merasakan dedek menendang perut mama. Wah, kami pikir dedek nanti jenis kelaminnya cowok, soalnya tendangannya kuat sih..Eh, ternyata hasil USG bilang dedek jenis kelaminnya cewek. Tante tambah senang loh..dan mulai tidak sabar untuk menyambut kelahiran dedek.
Dedek akhirnya lahir ke dunia. Cantik sekali… Cantik sekali. Tante Ades tidak berhenti memandang dedek waktu dedek terbaring di Inkubator. Iya, inkubator, karena badan dedek lemah sekali. Tante Arin dan tante Ades terus memberi kekuatan kepada mama lewat doa dan support. Walau tante tahu mama pasti sedih banget.
Semakin hari, kondisi dedek makin lemah. Lambung dedek terus mengeluarkan darah, dedek susah bernafas. Mama Linda terus menangis. Tante tahu mama Linda pasti merasa bersalah akan semua yang dedek alami saat itu. Kalau tante cerita ini, tante jadi sedih lagi..
Penyebab menurunnya kondisi dedek akhirnya terbongkar sudah. Dedek terkena virus, jari dedek leih dari apa yang seharusnya, anggota tubuh dedek kurang lengkap, dedek semakin lemah..semakin lemah untuk bernafas.. dan akhirnya Bapa menjemput dedek untuk ‘pulang’ ke rumah setelah dua minggu meninggalkan rahim mama. Tante tidak bisa bicara apa-apa lagi. Mungkin memang sudah saatnya. Pada saat itu dedek sudah punya nama. Maria Pauletta Setiadi. Nama yang indah ya, dek?
Hari itu dedek cantik sekali.. Dengan pakaian bayi warna merah jambu dan Rosario yang mengelilingi leher dedek yang kecil. Masih samar-samar tante ingat wajah dedek yang imut dan sangat mungil dengan bibir yang pucat itu diciumi tanpa henti oleh mama. Tante lihat mama sangat tegar. Mama tidak menangis saat itu. Bibirnya terus menciumi tubuh mungil dedek. Papa Nanang tampak kurang sehat, tapi papa masih bisa tersenyum. Mama Linda juga terlihat sangat kurus, tapi mama masih bisa tersenyum. Mereka menutup peti dedek dengan sisa kekuatan dan harapan mereka. Mereka terlihat sangat tegar, walau tante tahu hati mama dan papa pasti sangat hancur. Mereka orang tua yang hebat..dan mereka adalah orang tuanya dedek…

Dedek tahu? Dedek orang yang beruntung sempat lahir dari rahim mama Linda. Karena mama adalah orang yang mengagumkan. Kuat, tegar, dan selalu positif thinking. Kuatkan mama dan papa dari atas sana ya dek..Semoga nanti dedek bisa kenal tante Ades, tante Arin, dan tante Tyas… Suatu hari nanti…

Yogya, 11 September 2009..

September 10, 2008

You Bleed… You Learn..

Filed under: Uncategorized — adestikomalasari @ 11:56 am

None of my parents know that I once got a bulimia. It’s kind of eating disorder attitude that which you always vomit any food that you have just eaten. I lost about 8 kilos of my weight in a week. I was so happy and proud of myself but some of my friends told me “You are dying”. Indeed, I was dying.

I did not realize that I always threw up everything that I ate. All I did were crying, eating, and throwing up. I was struck. I was hurt. By nothing. By no one. By myself..

If I had had boldness, I would have spilled a very very very hot coffee on all his face, but I just could not do it because I was crazy…in love. And I could not do it because it was not his fault. It was me, who expected too much love from him. Because I knew exactly he could not devote his love and feeling to one girl. He needs women, not a woman. I knew it when our story first began. I know that he needed me (and also all the girls in this world). So when he said “I am with somebody now. I will introduce her to you sometime.” The world broke into pieces and he STILL wanted to introduce her to me. What mourning!

I had no idea that to learn “Loving does not mean having”, I had to experience that bulimia thing in my life. But like all people say, Experience is the best teacher. I learn something from that moment. In the perfect world, someone would possess and marry someone whom he or she loves, but the fact is the world is not perfect. And I am so proud that I can still be alive in the imperfect world. Under all circumstances, I agree totally with QUEEN: Too much love will kill you.

Now, I can happily smile and say to my ex-lover “You were one miserable thing in my life. I was dying because of you. But without you, I will not be as tough as I am now” He just laughs and hugs me and holds his new girlfriend’s hand. They smile at me and walk away…

You live you learn

You love you learn

You cry you learn

You lose you learn

You bleed you learn

You scream you learn

You grieve you learn

You choke you learn

You laugh you learn

You choose you learn

You pray you learn

You ask you learn

You live you learn

Alanis Morisette – You learn

September 9, 2008

Beyond My Imagination

Filed under: Uncategorized — adestikomalasari @ 8:21 am

Buat para comentator (yang notabene belum ada), maaf ya, kali ini blogku agak2 berbau religius. Bukan apa sih, cuma lagi pengen aja.

Ada yang bilang tanggal 8 Agustus nanti dunia mau kiamat. Secara tanggal 8, bulan 8 tahun 2008. Sama aja kayak dulu waktu tanggal 9 September 1999. Waktu itu kok aku sedikit takut ya. Jujur deh. Kayaknya males aja “pulang” dan masih mau tinggal di bumi. Secara masih polos dan belum melihat bahwa “rumah” ternyata lebih indah.

Kalau bener nanti tanggal 080808 dunia kiamat, aku sudah tidak takut lagi. Entah kenapa aku sekarang tidak takut “pulang”, aku tidak takut meninggalkan “kontrakan” duniaku. Aku ingin memeluk Bapaku, ingin dipangku dan dipeluk erat-erat, ingin memperlihatkan nilai-nilai raport akan perbuatanku di dunia. Semoga pada saat aku dipanggil “pulang” nanti nilai raportku semua biru ya, nggak ada yang merah.

Akan kucoba membuat semua nilaiku biru. Kucoba melakukan hal2 yang bisa membuatnya biru. Akan kubuat Bapa bangga padaku dan tersenyum, dan bilang “Well done, My daughter”

Terjadilah padaku menurut perkataanMu, Bapa. Bila itu memang mauMu, apalah artinya hidupku di dunia ini. Toh juga nanti pada akhirnya aku akan “pulang”, ke pelukanMu. Ke “rumah” ku yang sebenarnya. Berkati aku, semoga kelak aku pantas memasuki Rumah KudusMu di atas sana. Ammmiiiiinnnnn

Egoism? Realism? What the hell is that?

Filed under: Uncategorized — adestikomalasari @ 8:10 am

Ada yang tanya, “Egoism” dan “Realism” itu apa toh?
Lha menurutmu apa?

Actually, once my lecturer said to me that “Menurut Ades, egois itu bagus?”
Of course I said “No, mam. It’s not good. Selfish is not good.”
She said “Yes, You are right. Selfish is not good. But Egoism is good.”
Beliau bilang, Egois itu baik adanya. Bedakan dengan ’selfish’. Cuma orang Indonesia aja yang nerjemahinnya sama.

Egoism
is a principle that allows you to do what you want to do (as long as you know the risk). If you want to steal, do it! But since you know the punishment that you will get after stealing, you will not do that. On the other hands, if you want to show your love to someone that you love, You are allowed to do that as long as you can take the risk. Being accepted or being rejected. Ouuucchh.. This is what I am talking about in my shout out.

Realism is NOT the vice versa.lho. Realism is a principle for using your power to do more based on the facts (“,). For instance, your egoism says that you want to be rich and you work in a big company. In the process you don’t like the company and really want to retire. Mmm.. use your power that you can get out without any guilty feeling and using your egoism to look for another better job. So, if the person that you like rejects you, well.. if you still like him/her and you still want to show your feeling, just show it without any regret. But PLEASE be realistic, dude! If there is someone better then the person that you like and he/she can offer ’something’ for you more that him/her, why don’t you look at him/her and take his/her hand?

UNFAIR? Well, not really. The person that you like is also unfair to you, isn’t it?
So, I want to be a creation between them, who knows what I want and realizes the reality. So that you can walk easily without feeling any worries or burdens.

I LOVE MYSELF SO MUCH (This is Egoism, by the way..)

Blog at WordPress.com.